Social Relationship Patterns in Community Empowerment Rooted in Local Wisdom of the Tungku Tigo Sajorangan Philosophy in Kuantan Singingi Regency

Authors

  • Andri Meiriki Universitas Riau
  • Sujianto Universitas Riau
  • Zaili Rusli Universitas Riau
  • Auradian Marta Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i9.70

Keywords:

Community Empowerment, Kuantan Singingi, Local Wisdom, Social Relations, Tungku Tigo Sajorangan

Abstract

Community empowerment based on local wisdom requires social relations capable of integrating cultural values, religious norms, and governmental capacity to achieve development goals. This study aims to analyze the patterns of social relations among traditional institutions, religious institutions, and intellectuals/government through the concept of Tungku Tigo Sajorangan and their implications for community empowerment in Kuantan Singingi Regency. This study employs a descriptive qualitative approach using a literature review design. Data were obtained from academic literature and relevant documents concerning Tungku Tigo Sajorangan, local wisdom, social relations, community institutions, empowerment, and social change. Data analysis was conducted through data reduction, categorization, thematic analysis, and cross-source synthesis. The findings indicate that Tungku Tigo Sajorangan serves as a form of social capital that brings together traditional institutions, religious institutions, and intellectuals/government to foster social order and support community development. Relations among these pillars evolve dynamically through cooperation, coordination, deliberation, negotiation, competition, conflict, and conflict resolution. These relationships contribute to strengthening community participation, local economic development, cultural preservation, education, and religious life. Tungku Tigo Sajorangan is also relevant to public administration as a model of local wisdom-based governance that is adaptive to social change.

References

Alfahrizy, R., Hasibuan, A. R. G., & Iskandar, T. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Jurnal An-Nizām: Jurnal Bakti Bagi Bangsa, 2(2), 14–26.

Antonius Ary Setyawan, A. A. S., Desembrianita, E., Santoso, M. H., Syahril, & Kalalo, R. R. (2025). Pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kemandirian ekonomi lokal: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 1494–1503. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1769

Arif, F., Marta, A., Tulljanah, R., & Apfani, S. (2024). Menakar konsep Tungku Tigo Sajarangan-Tali Tigo Sapilin dalam membangun kreativitas guru di sekolah dasar. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 7(1), 9–16. https://doi.org/10.59027/alisyraq.v7i1.504

Baitaputra, M. H., Arisandi, B., Hakim, Z., Muttaqin, M. I., Ramdhan, T. W., & Ulum, B. (2025). Transformasi sosial dan pendidikan: Pemberdayaan masyarakat Dusun Wedegan melalui program pendidikan dan keagamaan. Ardhi: Jurnal Pengabdian dalam Negri, 3(4), 228–240. https://doi.org/10.61132/ardhi.v3i5.1482

Bastiar, B., Bukhari, B., & Aprilia, F. (2024). Analisis peran Tuha Peut terhadap penyelesaian sengketa adat pertunangan modern di Gampong Alue Awe Kota Lhokseumawe. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 2022–2031.

Chayaningrum, W., Syahran, S., AB, N., Juliana, A., & Hasyim, B. (2025). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Desa Wisata Pulau Sapi: Kolaborasi mahasiswa KKN dan komunitas. Jurnal Abdimas Indonesia, 5(3), 2174–2186.

Darmansyah, H., Yuliantoro, Y., & Fikri, A. (2021). Eksistensi prasasti Tungku Tigo Sejarang di Nagari Tuo Pariangan. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 8(1), 47–61. https://doi.org/10.29408/jhm.v8i1.4606

Dasril, D., Oktavianus, O., & Metro, W. (2024). Tungku Tigo Sajarangan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau pada karya tari “Sang Sako”. Garak Jo Garik: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni, 3(1). https://doi.org/10.26887/gjg.v3i1.4943

Deanovans, F., Ginting, P. D., Listianti, S. M., Adzuri, T., Sari, U. M., Ramadhan, V., Hambali, H., & Hakim, A. R. (2025). Pacu jalur sebagai identitas budaya lokal: Studi etnografi di Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(2). https://doi.org/10.31571/jpkn.v9i2.9764

Erwanto, H., Siswanto, E., & Miyono, N. (2025). Dinamika konflik dan negosiasi dalam pengambilan keputusan di SDN Pendrikan Kidul. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 141–153.

Estefania, P., Anggoro, A., Fadilla, D., Anita, A., & Ginting, A. F. (2025). Kekuatan dan sumber daya dalam negoisasi (Bagaimana power balance memengaruhi hasil negoisasi). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(4), 252–260. https://doi.org/10.5281/zenodo.17636291

Faruk, R. M., Prasetyo, R. E., & Tresnayadi, B. (2025). Partisipasi masyarakat dalam proses rencana pembangunan daerah di Kabupaten Cirebon berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 101 Tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah perspektif Siyasah Dusturiyah. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(2), 1143–1155. https://doi.org/10.38035/jim.v4i2.1147

Fernando, N., Afrizal, F., & Syafwandi, S. (2025). Peran Tungku Tigo Sajarangan dalam proses demokratisasi dan manajemen pemerintahan nagari. Jurnal Warta Dharmawangsa, 19(4), 1823–1835. https://doi.org/10.46576/wdw.v19i4.7384

Habibuddin, H., Burhanuddin, B., & Apriana, D. (2022). Pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian budaya lokal sebagai sumber belajar siswa sekolah dasar. Abdi Populika, 3(2), 156–172.

Handika, R. (2022). Upaya pemerintah Kabupaten Solok dalam meningkatkan sinergitas kepemimpinan Tungku Tigo Sajarangan di Nagari Batu Bajanjang. Program Studi Politik Indonesia Terapan, Asdaf Kabupaten Solok.

Hidayatullah, A. (2025). Dinamika relasi sosial dalam pola bagi hasil pertanian. Jurnal Economina, 4(2). https://doi.org/10.55681/economina.v474.1527

Marselah, R., & Kariyani, L. N. (2026). Pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Studi di Desa Mokong Kecamatan Moyo Hulu). Jurnal Ekonomi & Bisnis, 14(1). https://doi.org/10.58406/jeb.v14i1.2349

Mozin, S. Y., & Abdussamad, S. N. (2025). Peran partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan di Desa Ibarat Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(12), 8920–8926. https://doi.org/10.56338/jks.v9i1.9533

Muhtar, A., Fatmawati, F., & Rahim, S. (2022). Kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Paria Kabupaten Pinrang. JPPM: Journal of Public Policy and Management, 4(1), 56–65. https://doi.org/10.26618/jppm.v4i1.8115

Nasution, M. R. R., Rachim, H. A., Nurdin, F., & Wibowo, H. (2025). Kearifan lokal Tigo Tungku Sajarangan dalam penyelesaian konflik tanah ulayat (Studi kasus di Nagari Batahan Kabupaten Pasaman Barat). Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK), 4, 1041–1053.

Putra, A., Isjoni, I., & Ibrahim, B. (2021). The role of Tungku Tigo Sajarangan in preserving Minangkabau custom in Pariangan Village Province Flat Land District West Sumatra. JOM FKIP-UR, 8(1), 1–15.

Rahminda, P., Solfema, S., & Putri, L. D. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan budaya lokal dan pelestarian lingkungan hidup. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 3(1), 209–215. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v3i1.1199

Rhydho, F. T., & Eriyanti, F. (2024). Eksistensi Tungku Tigo Sajarangan dalam pemerintahan Nagari Parambahan Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 5(2), 12. https://doi.org/10.47134/villages.v5i2.102

Syukur, K. A., Nita, S., & Setyabudi, C. M. (2025). Tinjauan komprehensif penerapan collaborative policing dalam penanganan konflik sosial di Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2). https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1028

Yuliana, D., Saam, Z., & Afni, M. N. (2026). Perubahan sosial dan nilai-nilai kearifan lokal adat perkawinan Kenegerian Sentajo Kuantan Singingi. Jurnal Adat dan Budaya, 8(2), 228–239.

Published

2026-10-01

How to Cite

Meiriki, A., Sujianto, Rusli, Z., & Marta, A. (2026). Social Relationship Patterns in Community Empowerment Rooted in Local Wisdom of the Tungku Tigo Sajorangan Philosophy in Kuantan Singingi Regency. International Journal of Sustainable Applied Sciences, 4(9), 1245–1258. https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i9.70